Kembali ke blog
Artikel

Semua Bisa Jualan, tapi Belum Tentu Ada yang Beli

Ditulis oleh Rahadyan Prabhasworo·

Baca pelan-pelan, ambil yang paling relevan untuk usaha Anda, lalu coba satu langkah kecil hari ini.

Semua Bisa Jualan, tapi Belum Tentu Ada yang Beli

In this Economy, kata yang sering banget muncul di content social media, selagi nongkrong atau sekedar catch up dengan kawan lama.

Ga ngomongin kata in this economy tapi gua lagi pengen ngebahas aktivitas yang lagi banyak terjadi belakangan ini.

Sebenernya udah lama terjadi, tapi dengan kondisi sekarang kayanya makin banyak aja yang begini. Apa itu? mendadak pada jualan.

Ada yang sebagai affiliate di marketplace, ada yang kebetulan dapet supplier barang murah yang dirasa cocok oleh banyak orang, dan lebih banyak jualan makanan dan minuman dari rumah, atau gunain halaman rumah seadanya yang penting ikhtiar.

Affiliate di Marketplace

Peran ini udah ga awam untuk para pengguna social media. Sederhananya, sebagai affiliate di marketplace lu hanya perlu menginfokan produk yang sedang dijualkan di marketplace. Jadi bisa menggunakan apapun sebagai mediumnya.

umumnya sekarang orang-orang menggunakan yang paling sering dibuka di layar handphone. Seperti Instagram, whatsapp, threads, X, facebook, tapi semua tergantung segment pasar seperti apa yang akan lu targetin sebagai affiliate.

Segment pasar ini nyesuain dari pesona diri lu, cara lu bermedia sosial, dan yang pasti produk apa yang ingin lu jualkan dan siapa yang akan memakai produk tersebut.

Affiliate marketplace saat ini cukup digemari banyak orang, beragam kreativitas digunakan untuk bisa optimal menjadi affiliator. Bisa kita lihat di social media yang sedang cukup digandrungi banyak orang dari segala usia, threads.

Sebenarnya udah cukup menyebalkan cara bermain affiliator ini, nimbrung di thread yang sedang ramai dengan issue yang nyerempet namun mengaburkan fokus. Yang cukup mengganggu saat thread yang sedang dibaca cukup informatif.

Yang lebih nyebelin… membuat cerita yang imajinatif A.K.A ngarang, untuk bisa disisipin link affiliate. Nyebelin dan kreatif, karena gua jadi ikan yang kena pancing.

Jualan Makanan di Halaman atau Kolom WA

Usaha makanan dan minuman adalah pilihan yang dominan oleh banyak orang yang ingin memulai usaha, salah satunya gua saat memulai usaha. Gua gunakan usaha makanan dan minuman sebagai jembatan untuk bisa bertemu dengan banyak orang, yang mana untuk mencapai tujuan gua untuk bisa mengenal macam karakter untuk bisa menjadi landasan usaha gua lainnya.

Menjual makanan dan minuman digemari bukan tanpa alasan, bahasa kerennya berrier to entry levelnya yang paling mudah. Proses bisa sangat singkat sampai produk sampai ke konsumen, tapi ini tergantung ukuran usahanya ya.

Sederhananya, untuk lu bisa dapetin pelanggan atas produk lu bisa semudah lu godok air, sobek kopi kemasan, campurin keduanya dan hidangkan. Prosesnya beda-beda yang ngebuat ragam nilai untuk bisa sampai ke pelanggan.

Atau yang agak panjang tapi tetap sederhana, lu ke frozen food store, beli bahannya, siapin space lebih di kulkas, siapin alat dan bahan masak, lu atur alur terbaiknya sampai dapat rasa yang oke, dan lu hidangin.

Tapi berrier to entry level mudah ngebuat proses harian lu cukup menantang, tujuannya apa? ya tujuannya untuk dapur lu tetep ngebul karena banyaknya orang yang ngelakuin ini juga. Gimana caranya lu tetep dipilih? Doa? betul… tapi ada ikhtiar dan ilmunya.

Ikhtiar dan cari ilmunya bareng? kabarin via whatsapp.

Mendadak Punya Gudang

Mendadak dapet supplier barang murah, kebetulan juga punya uang untuk bisa ambil tu produk banyak dan dapetin best deal. Ada juga kesempatan-kesempatan kaya gini yang seliweran, tapi ini memang perlu dapet momentum dengan penciptaan relasi yang cukup rajin.

Karena ga jarang produsen pinter banget buat produk tapi ga mau untuk distribusiin produknya. Dengan berbagai macam alasan, ada yang memang ga mau stock barang banyak di gudang, alasan operasional bisnis, dan pastinya efisiensi kerja.

Sebenernya ini aktivitas jualan yang paling enak, kalau… barang yang kita tampung ini udah bener pasti ada pembelinya. Enaknya lagi dicariin pembeli sama sales si Brand tersebut. Karena harus kita pahami, pendistribusian ini beda banget dengan aktivitas marketing : Branding, Strategist, dan activation atau selling.

Mari buat koneksi

Boleh bahagia punya gambaran besar, ingin buat kesibukan relasi antar manusia di Indonesia. Pasti akan ribut, kusut dan tentunya ramai. Tapi ini proses tentunya…

Yang ribut kita benahi nada dan suaranya, yang kusut diluruskan sampai ketemu sebab akibatnya, dan yang ramai dibuat harmoni untuk menciptak kesibukan ekonomi yang produktif.

Kapan mau jadwalin ngopi? buat janji aja lewat whatsapp.

R

Tentang Penulis

Rahadyan Prabhasworo

Rahadyan Prabhasworo yang akrab dipanggil Ady adalah seorang yang mencintai dunia marketing dan seni peran. Kesukaannya didasari oleh latar belakang pendidikan Antropologi yang dimiliki saat mengejar sarjana S1 di Universitas Padjadjaran.

Pada tahun 2018 ia membangun komunitas Homart Cerita yang ia jadikan sebagai tempat kumpul dan berniaga serta melatih keterampilan seni peran serta mempelajari Marketing secara otodidak. Pengalamannya sejak 2019 sampai dengan sekarang sebagai marketing di beberapa perusahaan merupakan laboratoriumnya dalam memahami marketing dengan sudut pandang aktivitas kebudayaan manusia.